–Refleksi hari lahir PMII Country Unitri ke-11 Tahun–
Pergerakan Mahasiswa Islam Inidonesia (PMII) “Country” hadir di
tengah pergumulan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri)
Malang ini memiliki cita-cita besar, sebesar harapan kita ketika
menginjak bumi semesta alam ini. Memiliki pengetahuan (knowledge) yang tinggi, keterampilan (skills) yang berdaya saing dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya – notabenenya kampus-kampus negeri, dan mampu dipertaruhkan baik dalam sektor domestik maupun tatanan praktis.
Dibawah alam sadar kita, mungkin cita-cita itu hanyalah hayalan, akan
tetapi cita-cita besar ini merupakan misi awal dari berdirinya PMII
“Country” hingga beranjak dewasa ini. Betapa mulyanya para fauding father
PMII “Country” rela mengorbankan pikiran, waktu, dan tenaga sepanjang
hari agar PMII “Country” bangkit bersama demi masa depan generasi bangsa
di Indonesia.
Perlu dicatat bahwa keutuhan bangsa Indonesia karena kekuatan
mahasiswa yang selama ini telah mendedikasikan dirinya terhadap
perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Sejarah telah membuktikan pada
dinding kota bahkan dunia, karena peran mahasiswa (pemuda generasi
bangsa) suatu bangsa menjadi kuat bahkan utuh hingga sekarang.
Satu persatu coba buka lembaran-lembaran historis sebelum rezim Orde
Baru (ORBA) sampai Reformasi dan Globalisasi, seperti Soekarno, Sutan
Syahrir, Sutomo, Mahbub Junaidi, Ahmad Zamroni dan lain-lain adalah
pemuda pejuang bangsa sejati. Mereka mededikasikan dirinya pada bangsa
Indonesia pantang menyerah dan putus asa, tenaga dan pikiran, bahkan
waktu dan materi selalu dikorbankan demi sutau bangsa.
Karena usia dan fisik kemanusiaan mereka terbatas, justru perjuangan
mereka belum selesai sampai hari ini, yaitu kejujuran, keadilan, dan
kesejahteraan (3K) bagi warga dan Negara republik Indonesia. Lagi-lagi
KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nipotisme) semakin banyak di negara kita ini.
Kalo’ bukan kita siapa lagi anak muda?
Maka dari itu, bermula dari PMII “Country” membangun pola pikir (maenset)
yang baik, dan berdialektika yang baik pula. Kewajiban kader PMII
“Country” adalah belajar dan berproses hingga nilai-nilai perjuangan
tumbuh dalam diri kader sepanjang masa. Jangan sekedar berobsesi sebagai
mahasiswa yang aktif di organisasi sebatas ngumpul kebo (susah-senang yang penting ngumpul) tanpa usaha dan proses-proses lainnya.
PMII “Country” meski baru beranjak dewasa, banyak hal yang perlu di
jawab oleh semua sahabat-sahabati. diataranya adalah tantangan zaman,
bangsa-negara, dan krisis multi demensi sosial masyarakat di Indonesia,
semakin tak terelakkan sepanjang hari demi hari yang berupaya
menghegemoni dalam kehidupan kita. Mungkin hal ini sangat sulit untuk
sahabat-sahabati mengurai secara langsung, akan tetapi sahabat-sahabati
tidak perlu risau, sahabat-sahabati tetap optimis suatu saat kita yang
akan menaklukkan dunia dan mereka yang tak bertanggung jawab terhadap
bangsa ini.
Namun tak kalah penting untuk menjaga dan melestarikan PMII “Country”
dengan proses kaderisasi yang progresif dan inovatif, serta menjunjung
tinggi nilai-nilai, norma-norma, maupun produk hukum PMII Country
lainnya. Jangan pernah patah semangat, apalagi putus asa. Perjuangan
kita masih panjang, karena misi kita belum selesai saat ini.
Tetap “TANGAN TERKEPAL DAN MAJU KEMUKA” sampai nanti…
Mastodi, petualang dan penikmat kopi-susu manis di kota malang.
0 komentar :
Posting Komentar