Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah
satu organisasi yang cukup meluas di belahan nusantara dimana terbukti dengan
terbentuknya kader-kader intelektual yang terjun kedunia pendidikan
agama,politik dan segala macamnya yang sekiranya mampu memberi peluang untuk
membangun kemajuan di Indonesia, kalau PMII terlahir dari sebuah perjuangan
tentunya PMII Country juga terbentuk dengan perjuangan-perjuangan yang
tak mungkin untuk kita lupakan,sebagai kader PMII Country.
Itu adalah sejarah bagaimana kita terbentuk seorang kader yang lebih dewasa
dalam mebaca ilmu pengetahuan baik dalam keagamaan,politik, serta yang paling
melekat indah adalah tentang bagaimana kita di ajarkan dalam bertanggung
jawab,sabar,ikhlas dan segala macamnya.
11 tahun berjuang bukanlah waktu yang sebentar dan singkat dan selama 1
dekade lebih,pantang bagi kita,untuk tidak kita hiraukan karena apabila kita
dalam 1 menit saja sudah bisa merasakan manisnya gula,dalam 2 menit kita bisa
merasakn asinnya garam, bagaimana dengan yang berjuta-juta menit tentunya sudah
banyak rasa yang di rasakan,lalu tantangannya hari ini bagaimana kita
meraciknya menjadi rasa yang seimbang yang nikmat di makan,yang indah di lihat
yang menjadikan PMII Country tetap menjunjung tinggi
keagamaan,kesadaran,profesional dan semua yang ada di dalam Nilai-Nilai Dasar
Pergerakan (NDP) serta tanggung jawab yang akan selalu ada dalam
kehidupan,dan kita pastinya akan kembali dan hidup dalam lingkungan
bermasyarakat.
Tak ada yang melarang kita untuk hidup bejuang dalam PMII
akan tetapi sebagai mahasiswa yang sadar akan apa yang dilakukannya hari ini
perlu kita flashback kembali ke belakang, jangankan berorganisasi dalam
hal-hal kecil saja kita lupa merawatnya,jika berorganisasi PMII kita
menganggapnya sebagai alat transportasi untuk menuju pengalaman janganlah kita
kendarai saja, karena PMII juga butuh perawatan
intelektual untuk tetap di teruskan kepada generasi-generasi seterusnya, dan
apabila kita hanya mengajari cara mengendarai saja,maka sejarah kepemahaman
dalam intelektualnya akan terbatas dalam hal mengendarai saja, perlu kita
ajarkan yang sekiranya membangun bagi kita.
Di dalam
sejarahlah kita akan mendapatkan banyak pengetahuan, motivasi, dan hari ini adalah sebagai rintangan bagi kita untuk
mepersatukan dan melawan ketidaksadaran yang semakin lama semakin melemah,
karena kenyataannya hanya orasi-orasi yang membunuh sahabatnya sendiri yang
kita koar-koarkan, kalau hari ini generasi rusak dan tidak mampu kita
memperbaikinya maka jangan memaksakan diri untuk melangkah, tapi berfikir agar
hal ini tidaklah terjadi kepada generasi,
kader-kader
yang seterusnya.
“Walaupun hidup ini adalah sejarah,maka bangunlah,dan
buatlah sejarah yang indah karena sejarah adalah karya dan karya mengandung
banyak makna, dan jika hanya terdiam menikmati sejarah maka kita akan terlindas
oleh sejarah itu sendiri”.
Country kalau kita berperang di dalam negara atau didalam
internal organisasi kita sendiri itu adalah salah satu tindakan
kriminal,kalau kita saling membunuh di dalam negara sendiri,itu adalah
kekejaman yang tidak akan membangun kepada generasi itu,perbedaan itu memang
indah kalau kita satukan,akan tetapi perbedaan itu akan terasa sebaliknya
apabila dalam perbedaan itu akan menghasilkan perpecahan, tanah kita satu
indonesia dan kita berlindung dalam 2 bendera,2 warna merah putih dan kuning
biru PMII. Dan jika hari ini kita mementingkan
eksistensi individual maka yang terdoktrin pada generasi atau kader akan sama
dan tidak akan ada perkembangan yang pasti,dan bukankah lebih baik kita
eksistensikan Organisasi secara kasarnya, kita dalam berpolitik harus sadar
bagaimana kita berpolitik,politik yang baik adalh politik Rosulullah SAW.
Kalau saya ambil dari menurut Imam Ghazali dan Imam
Mawardi bahwa politik itu “Istishlaahu annaasi ila thariqi almunji dunyan wa
ukhron” yang artinya,politik adalah seni atau cara untuk menunjjukkan kepada
kita untuk menuju jalan keselamatan,baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Oleh karena itu mari kita mulai bersama dengan menyadari tentang diri kita
sebagai aktivis yang ada di lingkungan Islam yang berasaskan Ahlussunnah
Waljamaah serta subtansi dari Organisasi itu,kita tunjukkan dengan
cara yang benar dan nyata dengan adil dan bijaksana,tanpa harus mengkambing
hitamkan yang lainnya dan tidak perlu kiranya menjatuhkan dari apa yang tidak
bersependapat atau tidak sealiran dengan kita,lebih baiknya kita menunjukkan
dengan aksiden yang sabar,seperti yang di lakukan Rosulullah SAW terhadap musuh
yang menganggapnya.Apalagi terhadap para sahabatnya itu sudah pasti dan tidak
perlu di pertanyakan lagi.
Hari ini Country telah bertambah usia dimana yang
telah kita lalui kemaren dan yang kita lalui hari ini sudah menjadi
sejarah,bahkan kita tidak akan bisa mengembalikan yang belalu dengan harapan
untuk tidak akan membuatnya semua itu terjadi, yang perlu kita fokuskan adalah
melihat dengan seksama masa depan yang kita akan hadapi oleh PMII, karena kedepan itu akan banyak
rintangan yang akan lebih sulit dan rumit dilawan,apalagi dengan berkembangnya
zaman yang semakin modern yang tentunya kita lihat sendiri dan bahkan
kita rasakan sendiri kalau dengan perkembangan yang sangat pesat telah mampu
mengubah budaya-budaya zaman dulu dan juga mampu menghilangkan budaya lama itu,
budaya individualis yang masuk pada masyarakat modern ini telah mengubah cara
pandang pikir kita dengan prakmatis menjalani kehidupaan. Bukannya melarang
untuk berpikir prakmatis tersebut tapi kita kadang dan sering salah menempatkan
hal itu.
Pemerintah
memang saya pribadi menyalahkan akan sistem pemberdayaan terhadap bangsanya, supaya memberi luang untuk
berkreativitas menunjukkan kemampuan dari setiap individu yang ada di negara
Indonesia ini, dan ini adalah cara pandang pikir kita untuk mengubah negara
kita untuk menjadi negara yang benar-benar berkualitas yang mampu mengembangkan
budaya-budaya yang baik untuk melawan budaya-budaya barat yang kebanyakan kita
tiru,biar tidak terlalu jauh melihat Indonesia ini perlu di tekankan kembali,
kita harus mempunyai kesadaran yang bagus dalam diri kita,kesadaran yang mampu
membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.
Dari kemaren kita selalu mengandalkan kuantitas
organisasi di bandingkan kualitas individu yang harus di kembangkan,perlu kita
ingat kembali bahwa dulu memang sebelum tebentuknya PMII country ini,
para senior yang menjadi pencetus tidak terlalu melihat akan kuantitas tapi
para senior dulu menunjukkan dengan aksi nyata akan kualitasnya hidup dalam
lingkungan organisasi, diskusi menjadi budaya, dan kritis dalam bertanya adalah
salah satu tanda dari mereka seperti yang kita ketahui sampai hari ini,
sedangkan kuantitas adalah nomer sekian dari beberapa hal penting yang menjadi
tujuan dari pergerkan tersebut, walaupun PMII adalah Organisasi
pengkaderan bukan berarti kita harus memperbanyak kuantitas dari
organisasi,lalu bagaimana dengan banyaknya kader kita masih belum mampu
mengkadernya dengan secara baik terbukti dengan beberapa tahun yang lalu, namun bukan berarti kita menganggapnya
itu sebuah kegagalan,karena selama ada gerak di dalam organisasi itu sendiri
dan tidak vakum dan diam total itu masih belum termasuk gagal.
Karena kegagalan
itu sendiri ada 2 yang pertama berfikir tanpa bertindak,kedua
bertindak tanpa berfikir. Dan kegagalan itu ada 2 point pertama
agar melihat dirinya untuk lebih baik ke depannya dan kedua supaya sadar
akan kemampuan dirinya bahwa dalam mengembangkan dan memahami dari isi
organisasi tersebut masih belum maksimal, karena yang di fikirkan hanyalah
kuantitas,kuantitas dan kuantitas saja. Begini,dari setiap mahasiswa kebanyakan
lebih suka kepada orang yang lebih pintar,intelek dan segala macamnya yang di
anggapnya melebihi dari apa yang mahasiswa itu miliki,itu menurut hukum akal,selanjutnya
kita fikirkan bersama.
Dan tulisan ini sebenarnya adalah sebuah harapan
yang sudah lama muncul,semua maksud dari harapan di atas sudah sebagian
kecilnya sudah ada yang mengerti dari sahabat/i, lalu mengapa di tuliskan dalam
bentuk hal semacam ini?, tidak lain adalah sebagai dokumentasi yang perlu kita
ingat dan kita lebih suka untuk banyak membaca, dan harapan ini selalu hadir di
Organisasi PMII tiap tahunnya di Country.
"HAPPY BIRTHDAY PMII COUNTRY YANG KE 11 TAHUN"
"HAPPY BIRTHDAY PMII COUNTRY YANG KE 11 TAHUN"
Dan harapan ini semoga tidak hanya menjadi harapan yang
kosong belaka, seiring bertambahnya Usia di Pergerakan Mahasiswa Islam
Indonesia Country Unitri ini, mari kita tunjukkan bersama, jalankan
bersama dengan sikap yang nyata dengan pengetahuan yang luas, dengan kemauan
yang bulat walupun harus nekat dalam kebenaran. kita buktikan pada diri
sendiri,pada agama,pada Organisasi bahwa kita layak menjadi salah satu sejarah
pejuang kebenaran yang akan menjadikan PMII Country lebih baik, Amin....
Tetap tangan terkepal dan maju ke muka...!!!
Wallahul Muwaffiq ilaaqwamitthariq
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.
Moh. Zuhry, Kader Terbuang.

0 komentar :
Posting Komentar